Medan, 26 Oktober 2026 – Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melalui Program Studi Sejarah Peradaban Islam menyelenggarakan workshop bertajuk “Peta Dinamis Peradaban Islam dan AI dalam Kajian Sejarah” pada Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pengembangan kajian sejarah, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset lintas disiplin ilmu dan antarperguruan tinggi.
Workshop tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial UINSU, Prof. Dr. Mesiono, M.Pd. Kegiatan ini menghadirkan akademisi Universitas Negeri Medan (Unimed), Dr. Tappil Rambe, S.Pd., M.Si., sebagai narasumber, serta dua pemateri workshop, yakni Abd Haris Nasution, S.Pd., M.Pd., CIQAR dan Muhammad Farouq Ghazali Matondang, S.Pd., M.Sc.P.
Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pengembangan keilmuan sejarah peradaban Islam melalui pendekatan interdisipliner. Perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi akademisi dan mahasiswa untuk mengeksplorasi sumber-sumber sejarah secara lebih luas, sekaligus menghadirkan metode baru dalam mengolah, menganalisis, dan menyajikan informasi sejarah kepada masyarakat.


Dalam rangkaian pembukaan, kehadiran teknologi digital dalam dunia akademik menjadi salah satu perhatian penting. Pemanfaatan kecerdasan buatan diharapkan dapat mendorong pembelajaran dan penelitian yang lebih inovatif, khususnya dalam mengembangkan kajian sejarah yang tidak hanya bertumpu pada pendekatan tekstual, tetapi juga memanfaatkan visualisasi data dan pemetaan digital.
Kolaborasi Riset sebagai Langkah Pengembangan Kajian Sejarah Digital
Dalam sesi penyampaian materi, Dr. Tappil Rambe, S.Pd., M.Si., dari Universitas Negeri Medan (Unimed) menekankan pentingnya kolaborasi riset dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi kajian sejarah. Menurutnya, pengembangan sejarah berbasis digital memerlukan keterlibatan berbagai disiplin ilmu agar menghasilkan penelitian yang memiliki kedalaman akademik sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.

Kolaborasi riset menjadi salah satu aspek penting yang disorot dalam kegiatan tersebut. Integrasi keilmuan sejarah dengan bidang teknologi informasi, geografi, dan pengelolaan data dinilai dapat membuka peluang pengembangan penelitian bersama, khususnya dalam memetakan dinamika dan persebaran peradaban Islam melalui teknologi digital.
Melalui pendekatan tersebut, penelitian sejarah tidak hanya menghasilkan karya ilmiah dalam bentuk publikasi, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk digital interaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran dan media penyebarluasan pengetahuan sejarah.
Gagasan kolaborasi ini sekaligus membuka peluang sinergi akademik antara Universitas Negeri Medan dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dalam mengembangkan riset yang mengintegrasikan kajian sejarah, pemetaan geospasial, dan kecerdasan buatan.
Mengenalkan WebGIS dan AI untuk Pemetaan Dinamis Peradaban Islam
Memasuki sesi workshop, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Abd Haris Nasution, S.Pd., M.Pd., CIQAR dan Muhammad Farouq Ghazali Matondang, S.Pd., M.Sc.P. Kedua pemateri memperkenalkan konsep dan tahapan pengembangan peta digital interaktif dengan memanfaatkan teknologi Web Geographic Information System (WebGIS) yang didukung kecerdasan buatan.


Melalui pemanfaatan WebGIS, informasi sejarah dapat dikembangkan menjadi peta dinamis yang menampilkan hubungan antara peristiwa, lokasi geografis, dan perkembangan peradaban dari waktu ke waktu. Teknologi ini memberikan peluang untuk memvisualisasikan berbagai aspek sejarah Islam, mulai dari jalur penyebaran Islam, perkembangan pusat-pusat peradaban, hingga hubungan antarwilayah yang memiliki keterkaitan historis.
Dalam penyampaian materi, peserta diperkenalkan dengan empat tahapan utama pengembangan WebGIS tematik, yaitu The Brain sebagai tahap perencanaan dan perancangan logika, The Designer sebagai tahap desain dan pengembangan prototipe, The Engineer sebagai tahap pengembangan dan pengujian aplikasi, serta The Deployment sebagai proses publikasi dan implementasi aplikasi berbasis web.
Pada tahap perencanaan, pemanfaatan aplikasi AI seperti ChatGPT dan Gemini diperkenalkan untuk membantu penyusunan konsep, identifikasi kebutuhan data, pengorganisasian informasi, hingga perancangan alur pengembangan aplikasi. Selanjutnya, Google AI Studio digunakan untuk mendukung proses perancangan antarmuka digital yang interaktif, sedangkan Google Antigravity dimanfaatkan dalam proses pengembangan dan pengujian aplikasi sebelum dipublikasikan melalui GitHub Pages.
Pengenalan berbagai perangkat tersebut memberikan gambaran bahwa teknologi AI dapat menjadi sarana pendukung bagi akademisi dalam menghasilkan inovasi digital, termasuk bagi bidang keilmuan yang selama ini lebih banyak menggunakan pendekatan penelitian historis dan kajian literatur.
Meskipun demikian, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam kajian sejarah tetap membutuhkan ketelitian dalam pengumpulan dan verifikasi sumber. Keakuratan informasi, kredibilitas referensi, serta kesesuaian konteks historis menjadi aspek penting agar peta digital yang dikembangkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Mendorong Inovasi dan Penguatan Jejaring Akademik
Penyelenggaraan workshop ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa dan akademisi mengenai berbagai peluang pemanfaatan teknologi digital dalam kajian sejarah peradaban Islam. Pengenalan WebGIS dan AI tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan penelitian yang memadukan pendekatan historis dengan perkembangan teknologi informasi.
Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat jejaring akademik serta membangun kesadaran mengenai pentingnya kolaborasi antardisiplin dan antarperguruan tinggi. Gagasan kolaborasi riset yang disampaikan narasumber dari Unimed menjadi salah satu pesan penting bahwa pengembangan ilmu pengetahuan pada era digital memerlukan keterbukaan terhadap pendekatan, metode, dan teknologi baru.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Sosial UINSU, khususnya Program Studi Sejarah Peradaban Islam, diharapkan semakin mampu mengembangkan pembelajaran dan penelitian yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Integrasi kajian sejarah dengan kecerdasan buatan dan pemetaan digital juga diharapkan dapat memperkaya metode pembelajaran, memperluas akses terhadap informasi sejarah, serta menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Workshop ini sekaligus menegaskan bahwa kajian sejarah peradaban Islam memiliki ruang yang luas untuk terus berkembang. Dengan memadukan kekayaan sumber sejarah, pemanfaatan teknologi, serta semangat kolaborasi riset, warisan peradaban Islam dapat dipelajari dan diperkenalkan melalui pendekatan yang lebih interaktif, inovatif, dan relevan bagi generasi digital.
