Medan, 19 September 2026 — Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melalui Program Studi Sosiologi Agama menyelenggarakan Olimpiade Sosiologi Agama pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan FIS UINSU ini diikuti dengan antusias oleh 418 siswa yang berasal dari 52 sekolah di Kota Medan dan berbagai wilayah sekitarnya. Keikutsertaan peserta bahkan menjangkau sekolah dari luar kawasan Medan, di antaranya dari Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Tapanuli Selatan (Tapsel). Tingginya jumlah peserta menunjukkan adanya respons positif dari sekolah dan siswa terhadap kegiatan akademik yang diselenggarakan oleh Program Studi Sosiologi Agama FIS UINSU.

Kegiatan Olimpiade Sosiologi Agama tersebut turut dihadiri oleh Dekan FIS UINSU, Ketua Program Studi Sosiologi Agama, serta para dosen di lingkungan FIS UINSU. Kehadiran pimpinan fakultas, pengelola program studi, dan para dosen menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan yang sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Program Studi Sosiologi Agama kepada calon mahasiswa sejak tingkat sekolah menengah. Kehadiran sivitas akademika FIS UINSU juga memberikan kesempatan kepada para siswa dan guru pendamping untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan akademik serta mengenal lebih dekat Program Studi Sosiologi Agama dan kehidupan akademik di perguruan tinggi.
Olimpiade ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Program Studi Sosiologi Agama dalam memperkenalkan program studi kepada siswa sekolah menengah, sekaligus memperluas hubungan dan komunikasi akademik antara perguruan tinggi dengan sekolah. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan bidang kajian Sosiologi Agama kepada calon mahasiswa serta membangun ketertarikan siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang tersebut. Melalui kegiatan yang dikemas dalam bentuk kompetisi akademik, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik FIS UINSU dan berbagai peluang pengembangan diri yang tersedia di perguruan tinggi.
Tidak hanya ditujukan kepada siswa, rangkaian kegiatan pada hari yang sama juga menghadirkan workshop bagi guru-guru sosiologi yang mendampingi para peserta Olimpiade. Workshop ini menjadi ruang pengembangan wawasan bagi para pendidik, khususnya dalam menghadapi perubahan lingkungan pendidikan yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Kehadiran guru dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan antara FIS UINSU dan sekolah sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pembelajaran sosiologi.
Dalam workshop tersebut, Wakil Dekan I FIS UINSU, Dr. Retno Sayekti, MLIS, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi bertajuk “Guru Sosiologi di Era AI: Menjadikan AI sebagai Asisten Pribadi untuk Menyederhanakan Administrasi dan Merancang Pembelajaran yang Lebih Hidup.” Materi tersebut membahas pemanfaatan AI sebagai perangkat pendukung bagi guru dalam menjalankan berbagai aktivitas pendidikan, terutama untuk membantu menyederhanakan pekerjaan administratif dan mendukung proses perancangan pembelajaran. AI diposisikan sebagai asisten yang dapat membantu guru mengeksplorasi ide, menyiapkan bahan pembelajaran, dan merancang aktivitas belajar yang lebih variatif, sementara peran guru tetap menjadi bagian penting dalam memberikan konteks, pertimbangan akademik, nilai-nilai pendidikan, serta pengawasan terhadap penggunaan teknologi.
Pelaksanaan Olimpiade Sosiologi Agama dan workshop guru ini melibatkan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama serta mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama dari seluruh angkatan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pelaksanaan kegiatan, mulai dari membantu persiapan teknis, mendukung pelaksanaan Olimpiade, hingga memastikan kebutuhan peserta dan pendamping dapat terlayani dengan baik. Keterlibatan lintas angkatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengelola kegiatan akademik, berkomunikasi dengan peserta dan guru, serta membangun jejaring dengan sekolah sebagai salah satu mitra penting dalam pengembangan Program Studi Sosiologi Agama.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, panitia bersama mahasiswa juga melaksanakan gladi bersih dan persiapan ruangan ujian pada Jumat, 18 September 2026, sehari sebelum kegiatan berlangsung. Persiapan tersebut mencakup penataan ruangan, pengecekan kebutuhan teknis, serta koordinasi antaranggota panitia dan mahasiswa yang terlibat. Tahap persiapan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan Olimpiade yang diikuti ratusan siswa dari berbagai sekolah dapat berlangsung secara tertib, terorganisasi, dan memberikan pengalaman akademik yang baik bagi seluruh peserta.
Melalui penyelenggaraan Olimpiade Sosiologi Agama dan workshop guru, FIS UINSU tidak hanya menghadirkan kegiatan kompetisi bagi siswa, tetapi juga membangun ruang interaksi antara perguruan tinggi, sekolah, guru, dan mahasiswa. Dengan melibatkan 418 siswa dari 52 sekolah serta para guru pendamping, kegiatan ini menjadi momentum bagi Program Studi Sosiologi Agama untuk memperluas pengenalan program studi, memperkuat jejaring dengan sekolah-sekolah, sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik FIS UINSU kepada calon mahasiswa. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun hubungan yang lebih erat antara Program Studi Sosiologi Agama dengan sekolah serta meningkatkan ketertarikan generasi muda untuk mengenal dan mempelajari Sosiologi Agama di perguruan tinggi.
