Dekan FIS Dorong Akreditasi Internasional, Segera Buka Prodi Baru dan Magister

MEDAN (kabar fis) – Menjawab upaya akreditasi internasional di Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Dekan FIS Prof. Dr. Abdurrahman, MPd, mengirimkan tim untuk mengikuti workshop akreditasi internasional yang digelar The Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam workshop ini, FIS mengirimkan utusan Muhammad Jailani, MA (Ketua UPM FIS) Yusra Dewi Siregar, MA (Ketua Prodi Sejarah Perdaban Islam). Kemudian turut mendampingi Dr. Sorimonang (Wakil Dekan I), Dr. Irwansyah (Wakil Dekan II), M Yoserizal Saragih, M.I.Kom (Wakil Dekan III).

Proses akreditasi yang dilakukan Yayasan FIBAA melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap program akademik lembaga, fakultas, penelitian, metode pengajaran, fasilitas, dan aspek lain yang terkait dengan kualitas pendidikan.

Evaluasi dilakukan oleh tim ahli dengan pengetahuan dan pengalaman luas di bidangnya, yang menilai institusi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

“Tujuan UINSU Medan harus World Class University (WCU). Kami berharap, langkah awal ini dapat mendukung tujuan tersebut,” kata Prof Rahman, sapaan akrabnya, Minggu (14/5/2023).

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga telah menjadi universitas pertama di Indonesia dengan 18 program studinya terakreditasi oleh FIBAA.

Prof. Dr. Abdurrahman, berharap utusan yang mengikuti workshop dapat memberi masukan dan motivasi bagi FIS UINSU untuk dapat meraih akreditasi bertarap internasional sebagaimana yang telah diraih UIN Yogyakarya.

“Kita semua harus bekerja keras untuk bisa meraih sertifikat akreditasi internasional dari FIBAA,” tambah Prof Rahman.

Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan external benchmarking terkait pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal di UINSK. Dalam studi dipelajari juga bagaimana sistem pelaksanaan SPMI di UINSK dan pemerolehan Rekor MURI sebagai pemegang Akreditasi Internasional FIBAA terbanyak di Indonesia.

Program Studi Baru dan S2

Prof Rahman menambahkan, selain upaya meningkatkan akreditasi prodi meraih standar internasional, FIS UINSU Medan juga perlu segera membuka program studi S2. “Magister Ilmu Komunikasi dan Magister Ilmu Perpustakaan sudah proyektif untuk dibuka. Tentu ini dikaji lagi untuk mewujudkannya,” sebut Prof Rahman.

Menurutnya, untuk mendukung rasio dosen dan mahasiswa, kuota penerimaan mahasiswa S1 harus dibatasi. Kemudian kuota penerimaan mahasiswa S2 yang ditambah. “Selain itu prodi baru yang sesuai dengan perkembangan harus dibuka, seperti prodi Kesejahteraan Sosial,” ujarnya.(*)

Teks Foto: Delegasi FIS UINSU yakni Kaprodi Sejarah Peradaban Islam FIS UINSU Yusra Dewi Siregar, MA (kiri) dan Ketua UPM FIS UINSU, Muhammad Jailani, MA (kanan) berfoto bersama narasumber dari FIBAA dalam workshop akreditasi internasional di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

sumber: bumantaranews.com