
Dekan dan jajaran FIS UINSU bersama mahasiswa baru dalam PBAK 2026
Medan, 2 September 2026 — Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) tahun akademik 2026/2027 menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan perguruan tinggi. Berlangsung selama dua hari 1–2 September 2026, rangkaian PBAK membawa mahasiswa baru dari pengenalan lingkungan universitas hingga lebih dekat dengan fakultas dan program studi yang akan menjadi ruang mereka menempuh pendidikan.
Pada hari pertama, Selasa (1/9/2026), kegiatan PBAK dilaksanakan di area depan Kantor Rektor UINSU, Kampus Tuntungan. Mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan tingkat universitas sebagai bagian dari proses pengenalan terhadap lingkungan, nilai kelembagaan, serta kehidupan akademik dan kemahasiswaan di UINSU.
Memasuki hari kedua, Rabu (2/9/2026), kegiatan dilanjutkan di fakultas dan program studi masing-masing. Di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UINSU, seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di pelataran fakultas. Suasana pagi di lingkungan FIS dipenuhi mahasiswa baru yang hadir untuk mengikuti kegiatan sekaligus memulai langkah pertama mereka sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Ilmu Sosial.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan dan pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara. Mahasiswa baru kemudian bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars UINSU, dan Mars Fakultas Ilmu Sosial. Suasana kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa. Rangkaian tersebut menjadi pembuka yang menegaskan bahwa kehidupan akademik di lingkungan UINSU tidak hanya berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Setelah pembukaan, Ketua Panitia menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan PBAK di tingkat Fakultas Ilmu Sosial. Laporan tersebut menjadi gambaran mengenai rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan untuk memberikan pengalaman awal sekaligus informasi kepada mahasiswa baru mengenai lingkungan fakultas.
Agenda utama kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Ilmu Sosial UINSU sekaligus penyampaian visi, misi, serta arah pengembangan fakultas kepada mahasiswa baru. Semangat mahasiswa baru juga terasa ketika yel-yel “FIS Terdepan!” menggema di tengah rangkaian kegiatan PBAK 2026.

Semangat tersebut sejalan dengan tujuan PBAK yang tidak hanya memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan kampus, tetapi juga membantu mereka mulai memahami bagaimana menjadi bagian dari komunitas akademik. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai peserta perkuliahan, tetapi juga mampu berkembang melalui berbagai pengalaman selama berada di kampus.
Kemeriahan yel-yel juga menunjukkan bahwa proses menjadi mahasiswa tidak harus selalu dimulai dengan suasana yang formal. Dari sebuah seruan bersama, mahasiswa mulai belajar tentang kekompakan, keberanian bersuara, dan bagaimana membangun energi positif bersama teman-teman yang baru mereka kenal.
Dalam sambutannya, Dekan memperkenalkan lingkungan Fakultas Ilmu Sosial sekaligus memberikan gambaran mengenai arah pendidikan dan pengembangan mahasiswa selama menjalani masa studi. Mahasiswa baru diarahkan untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia di lingkungan fakultas untuk mengembangkan kemampuan, pengalaman, dan jejaring.
Salah satu hal yang turut menjadi perhatian dalam penyambutan mahasiswa baru FIS UINSU adalah keberagaman latar belakang mahasiswa. Kehadiran mahasiswa non-Muslim di lingkungan UIN menjadi bagian dari dinamika akademik yang menunjukkan bahwa perguruan tinggi merupakan ruang untuk belajar, berdialog, dan berkembang bersama dalam keberagaman. Mahasiswa didorong untuk tidak melihat perbedaan latar belakang sebagai batas dalam membangun relasi akademik. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, memahami perspektif yang berbeda, serta membangun sikap saling menghargai di lingkungan kampus.

Bagi mahasiswa non-Muslim yang memilih melanjutkan pendidikan di UINSU, lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi ruang yang nyaman untuk mengembangkan potensi dan kompetensi akademik. Kehadiran mereka juga menjadi bagian dari kehidupan akademik yang memperkaya interaksi dan pengalaman mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial.
Keberagaman menjadi bagian dari wajah baru Fakultas Ilmu Sosial. Kehadiran mahasiswa dengan latar belakang agama yang berbeda menunjukkan bahwa ruang akademik dapat menjadi tempat bertemunya beragam perspektif. Di FIS UINSU, perbedaan bukan sekadar sesuatu yang ditemui, tetapi menjadi bagian dari proses belajar untuk memahami masyarakat secara lebih luas.
Mengenal Program Studi Lebih Dekat
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan di tingkat fakultas, mahasiswa baru kemudian diarahkan untuk mengenal program studi masing-masing secara lebih dekat. Pada sesi ini, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai lingkungan akademik yang akan mereka jalani selama masa perkuliahan, mulai dari mengenal program studi, dosen, bidang keilmuan, hingga berbagai aktivitas akademik yang dapat mendukung proses belajar dan pengembangan diri.
Pengenalan program studi menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mulai memahami lebih jauh pilihan akademik yang telah mereka ambil. Mereka tidak hanya dikenalkan pada apa yang akan dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga pada berbagai peluang untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, serta membangun pengalaman selama menjadi mahasiswa FIS UINSU.
Tidak berhenti pada pengenalan akademik, rangkaian PBAK juga dilanjutkan dengan pengenalan organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai wadah organisasi yang ada di lingkungan fakultas, di antaranya Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), dan Senat Mahasiswa (SEMA).
Melalui pengenalan tersebut, mahasiswa mulai memahami bahwa kehidupan di perguruan tinggi tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Organisasi kemahasiswaan menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk belajar bekerja sama, menyampaikan gagasan, mengembangkan kemampuan kepemimpinan, mengelola kegiatan, sekaligus membangun relasi dengan sesama mahasiswa.
HMJ menjadi salah satu wadah yang dekat dengan kehidupan mahasiswa di tingkat jurusan atau program studi. Sementara itu, DEMA dan SEMA memperkenalkan mahasiswa pada kehidupan organisasi di tingkat fakultas, termasuk bagaimana mahasiswa dapat terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan, menyampaikan aspirasi, serta mengambil bagian dalam berbagai dinamika kehidupan kampus.
Bagi mahasiswa baru, perkenalan tersebut mungkin menjadi langkah pertama untuk mengenal berbagai pilihan aktivitas yang bisa mereka ikuti selama kuliah. Tidak harus langsung memilih organisasi atau mengambil peran besar, tetapi setidaknya mereka mulai mengetahui bahwa ada banyak ruang yang dapat digunakan untuk belajar dan mengembangkan diri. Dari ruang kelas hingga organisasi, perjalanan mahasiswa di FIS UINSU nantinya tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari pengalaman, keberanian mencoba, kemampuan bekerja bersama, dan bagaimana setiap mahasiswa menemukan potensi terbaik dalam dirinya.
