03 Desember 2020 14:33 wib

Belum lama ini, MUI Sumatera Utara dan MUI Padangsidimpuan mengadakan workshop manajement peningkatan pengelolaan perpustakaan digital. Kegiatan tersebut dipandang sangat up to date dengan perkembangan digitalisasi saat ini, apalagi mau tidak mau perpustakaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus berbenah karena ia merupakan referensi literatur beragama umat di Provinsi Sumatera Utara secara keseluruhan. Dalam kegiatan itu narasumber yang dipandang capable adalah Dr. Muhammad Dalimunte, S.Ag.,SS.,M.Hum. saat ini sedang menjabat Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial UIN SU Medan. Dr. Muhammad menyampaikan apresiatif kepada MUI dengan acara yang dilaksanakan kemungkinan besar kedepan perpustakaan MUI dengan berbasis digital akan semakin banyak lagi usernya. Lanjut Dr. Muhammad dalam materinya bahwa Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang di singkat ICT (Information and Communication Technology) membawa perubahan dalam berbagai sektor, termasuk dunia perpustakaan. Pada pertengahan abad 20 tepatnya tahun 1945 seorang Vannevar Bush memimpikan sebuah mesin kerja yang kemudian dikenal dengan perpustakaan digital (digital library). Tidak mudah memang untu mencapai perpustakaan digital seperti sekarang ini, sejak diimpikan oleh Vannevar Bsh. Tahapan perpustakaan digital ini dimulai dengan penggunaan komputer untuk pengelolaan perpustakaan yang dikenal dengan otomasi perpustakaan (library automation). Teknologi informasi telah berperan penting dalam melahirkan otomasi perpustakaan dan kemudian perpustakaan digital. Hal ini dipicu oleh tuntutan pemustaka terhadap kualitas layanan perpustakaan. Perkembangan internet dan perkembangan sumber informasi baru begitu cepat sehingga menuntut perpustakaan untuk melakukan suatu langkah perubahan, baik dalam bentuk koleksi maupun dalam hal pola pelayanannya. Perpustakaan digital menawarkan kemudahan bagi para penggunanya untuk mengakses sumber informasi elektronik dengan alat yang menyenangkan pada waktu dan kesempatan yang terbatas. Pengguna tidak lagi terikat secara fisik pada jam layanan perpustakaan dimana pengguna harus mengunjungi.

Strategi yang kita lakukan dalam mewujudkan perpustakaan digital sekaligus faktor penunjang pengembangan perpustakaan digital antara lain adaah : 1. Telah tersedianya teknologi komputasi dan komunikasi yang memungkinkan dilakukannya penciptaan, pengumpulan, dan manipulasi informasi. 2. Tersedianya infrastruktur jaringan internasional untuk mendukung sambungan serta meningkatnya kemampuan pengguna dalam mengoperasikan infrastruktur jaringan internasional tersebut. 3. Semakin berkembangnya serta semakin meluasnya informasi berbasis online. 4. Semakin berkembang dan menjamurnya kerangka akses internet umum.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan tindak lanjut mengenai teknis dalam konteks digitalisasi perpustakaan. Kegitan ini dihadiri oleh Unsur pimpinan MUI dan para kader Ulama.