13 Desember 2019 10:18 wib

Program studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut mengadakan " Workhsop Pemutakhiran Kurikulum Sosiologi Agama dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 " di ruang sidang FIS UIN Sumut, Selasa (4/12). Adapun menjadi narasumber dalam workshop tersebut yakni Dr. Muhammad Soehada, M.Hum yang merupakan Ketua Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI) sekaligus dosen Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumut, Prof. Dr. H. Ahmad Qorib, MA dalam sambutannya mengatakan bahwa workshop ini menjadi penting untuk mendapatkan nilai tambah bagi prodi Sosiologi Agama. 


" Dengana adanya workshop ini, kurikulum Sosiologi Agama dapat tertata dengan rapi dan sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan oleh Asosiasi, " ujar Dekan FIS UIN Sumut,

Sementara itu, Ketua ASAGI, Mohammad Sohada, M.Hum mengatakan bahwa dalam penyusunan kurikulum ada mata kuliah wajib nasional seperti agama, pancasila, kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia. Selain itu juga setiap mata kuliah harus dianalisa sesuai dengan kebutuhan nasional, internasional, lokalitas dan ciri khusus.

" Untuk menjawab kurikulum sesuai dengan perkembangan masyarakat pasca industrial ini, maka Sosiologi Agama itu berdiri sendiri, harus ada yang membedakan dan tidak sama dengan studi Sosiologi dan studi agama-agama, " ujarnya.

Maka dari itu, Dr. Soehada, M.Hum akan segera memberikan masukan terhadap kurikulum yang selama ini sudah berjalan di Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut untuk perbaikan di semester berikutnya. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil dekan Bidang akademik dan kelembagaan, Dr. Muhammad Dalimunte, SS.S.Ag, M.Hum, Wakil Dekan bidang kemahasiswaa dan kerja sama, Dr. Muhamamd Faisal, M.Ag, Ketua Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut, Dr. Irwansyah, M.Ag beserta sekretaris, Faisal Riza, MA. dan juga dosen-dosen se FIS UIN Sumut.