08 Juli 2019 11:15 wib

Program studi Sosiologi Agama FIS Uin Sumut bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang mengambil tema “ Membangun narasi kebangsaan di Sumatera Utara: Kajian Toleransi dan Intoleransi di ruang sidang FIS UIN Sumut, Rabu (19/06)

Peneliti LIPI, Septi Satrini dalam sambutannya mengatakan penelitian ini merupakan penelitian yang kedua dan Sumatera Utara menjadi salah satu daerah yang diteliti sebab beberapa referensi menyebutkan sebagai salah satu propinsi yang rentan terhadap kasus-kasus intoleransi.

“ Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif yang kita konfirmasi datanya melalui FGD ini, apalagi data menunjukkan ternyata masyarakat mulai merasa tidak nyaman adanya beberapa gesekan indentitas pasca momentum politik, “ ujar Septi

Dalam FGD ini dimulai dengan materi pengantar yang disampaikan oleh Dosen Politik Pemikiran Islam UIN Sumut yang juga sekretaris Prodi SA, Faisal Riza yang dalam pemaparannya menyinggung dalam konteks demokrasi dewasa ini ada dua narasi yang saling bersinggungan dan saling merebut ruang politik kebangsaan. Pertama, populisme agama dan hyper nationalism.

Adapun yang menjadi peserta FGD antara lain : Ketua Prodi Sosiologi Agama FIS UIN Sumut/Pengurus LPKUB Sumut, (Dr. Irwansyah), Direktur Aliansi Sumut Bersatu (Fery Wira Padang), Redaktur Analisa (Dr. Ali Murthado), Ketua KPU Deli Serdang (Timo Daulay), Sosiologi UIN Sumut (Rholand Muary), Tokoh Konghucu/pengurus LPKUB Sumut (Afrian), GNPF Sumut, Komika Jakarta, dan lain lain.

Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FIS UIN Sumut, Dr. Muhammad Dalimunthe, SS.M,Hum dan dipandu oleh moderator Samsir Pohan.