16 Mei 2019 11:57 wib

Program Studi Sosiologi Agama menggelar Curriculum Workhsop dengan tema "Disability Studies: A Sociology of Religion Approach, 29 April 2019 di ruang sidang FIS UIN Sumut dengan menghadirkan narasumber Dr. Talitha Cooreman Guitten, dari University Catholique DeLouvan Belgia

Dalam presentasenya berbahasa Inggris, Dr Talita menyebutkan ada perbedaan pengertian "Disabilitas" sesuai dengan pengertian United Nation 2006 dengan UU di Republik Indonesia hasil ratifikasi pada tahun 2012. Dirinya juga melakukan riset tentang fasilitas dan layanan untuk kaum disabilitas yang menurutnya tidak sesuai. Dalam slidenya, Talita mengabadikan "Yellow Line" yang lazim digunakan untuk tunanetra namun konsepnya cenderung tidak sesuai bahkan membahayakan tunanetra tersebut. Misalnya yellow line yang pada akhirnya buntu, menabrak trotoar jalan bahkan ada mobil yang parkir diantara yellow line tersebut.

" Masalah seperti ini tidak hanya di Medan, Indonesia namun juga di Eropa, " katanya.

Contoh lain kata Talita, seperti di Eropa masih juga banyak dijumpai fasilitas toilet yang harusnya dipentukkan untuk disabilitas namun digunakan untuk umum, layanan tempat duduk di dalam tranportasi publik dan lain lain. 

" Ini disebut menjadi hambatan dari sisi lingkungan sosialnya, artinya ini masalah sikap manusianya itu sendiri, " katanya lagi.

ini menjadi konsen dalam sosiologi agama bagaimana masyarakat bisa merubah sikapnya terhadap orang dengan disabilitas, lebih peduli dengan mereka, dan tidak menganggap mereka itu bukan manusia yang harus disingkirkan. Adapun disabilitas dapat dikategorikan dengan disabilitas fisik dan juga mentalitas.

Dr Talita sendiri dalam risetnya di Medan tertarik pada disabilitas khsusunya disabilitas mental yang ditinjau pada pemahaman dan tindakan aplikatifnya dari perspektf teologis dan juga pemerintah.

Acara ini dipandu oleh Sekretaris Prodi Sosiologi Agama, Faisal Riza, MA dan penterjemah Muhammad Jailani, MA. Acara ini dibuka oleh Dekan FIS UIN Sumut, Prof. Dr. H. Ahmad Qorib, MA didampingi oleh Ketua Prodi Sosiologi Agama, Dr, Irwansyah dan Kepala Tata Usaha FIS UIN Sumut, Lies Fadila, MM dan dosen FIS UIN Sumut.