24 Juli 2018 17:48 wib

Program Studi (Prodi) Sosiologi Agama (SA) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) mengikuti konferensi nasional Sosiologi Agama dan kerjasama kepada 15 prodi SA di lingkungan PTKIN se-Indonesia, Senin-Rabu (16-18/7), di Yogyakarta

Dalam kegiatan tersebut, Prodi SA FIS UIN SU mengirimkan 3 delegasi, antara lain Dr. Muhammad Dalimunthe, Dr. Irwansyah, dan Faisal Riza.

Saat diwawancarai RMOL Sumut, Faisal Riza mengatakan bahwa konferensi itu mengangkat persoalan mutakhir yang membutuhkan perhatian khusus di kalangan akademisi. 

"Misalnya, beragam political interest. Seperti kepentingan politik, kontestasi politik, dominasi identitas, hingga upaya penguasaan sumberdaya acap kali digunakan untuk mengacaukan situasi sosial sehingga memunculkan ketidakstabilan politik," katanya melalui pesan elektronik, Kamis (19/7).  

Faisal Riza menjelaskan, fenomena political interest yang beragam itu secara teori sosiologi disebut sebagai post-truth, atau paskakebenaran

"Orang tidak lagi mempertanyakan kebenaran hakiki kecuali mengamini apa saja yang berseliweran di media sosial," jelasnya. 

Selain itu, lanjut Faisal Riza, delegasi Prodi SA FIS UIN SU di Yogyakarta juga merajut kerjasama kelembagaan dalam rangka penguatan kelembagaan. 

"Hal ini sesuai dengan visi dan arahan bapak Rektor Prof. Dr. Saidurrahman penguatan kelembagaan di tingkat jurusan dan pengembangan disiplin ilmu yang pada akhirnya bermanfaat bagi masyarakat dan negara,